
KUNINGAN – Semangat belajar sains melalui media kreatif mewarnai pelaksanaan Science Film Festival (SFF) Tahun 2026 yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pemutaran film edukatif dan eksperimen sains yang mendorong rasa ingin tahu serta kreativitas murid.
Science Film Festival merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut bekerja sama dengan Komunitas Login Pendidikan Kuningan. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan sains kepada murid melalui media film dan kegiatan eksperimen yang menarik, interaktif, serta mudah dipahami.
Pelaksanaan SFF 2026 di SMP Negeri 2 Maleber diikuti oleh perwakilan murid sebanyak 32 orang yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan film edukatif bertema sains sekaligus mengenal berbagai fenomena ilmiah melalui eksperimen.
Kegiatan ini melibatkan 10 sekolah di Kabupaten Kuningan yang berpartisipasi secara luring, serta 14 sekolah lainnya yang mengikuti kegiatan secara daring. Dengan demikian, SFF 2026 menjadi ruang kolaborasi pembelajaran yang mempertemukan sekolah-sekolah melalui pemanfaatan media digital dan pendekatan pembelajaran yang inovatif.
Kepala SMP Negeri 2 Maleber, Arief Muhammad Firmansyah, M.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran sains perlu dikemas secara kreatif agar murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk mencoba.
“Melalui Science Film Festival ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan murid terhadap sains dengan cara yang menyenangkan. Film edukatif dan eksperimen memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terdorong untuk bertanya, mengamati, berpikir kritis, dan menemukan pengetahuan baru,” ujar Arief.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, serta memberikan ruang bagi murid untuk mengeksplorasi potensi dirinya.
“Antusiasme 32 perwakilan murid yang mengikuti kegiatan secara langsung menjadi energi positif bagi sekolah. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, dan minat murid terhadap bidang sains. Kami juga berharap kolaborasi antara sekolah, komunitas pendidikan, dan lembaga seperti Goethe-Institut dapat terus dikembangkan untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 2 Maleber dikoordinasikan oleh Onah Saonah, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Keterlibatan guru IPA dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan pengalaman menonton film dan melakukan eksperimen dengan proses pembelajaran sains di sekolah.
Partisipasi 24 sekolah, baik secara luring maupun daring, menunjukkan bahwa pemanfaatan media film dan eksperimen dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses terhadap pengalaman belajar yang menarik. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi sekolah untuk saling berbagi inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual.
Melalui kegiatan Science Film Festival Tahun 2026, SMP Negeri 2 Maleber berharap murid semakin menyadari bahwa sains bukan sekadar kumpulan teori di dalam buku, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari yang dapat dipelajari melalui pengamatan, percobaan, dan eksplorasi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen SMP Negeri 2 Maleber dalam membangun budaya belajar yang aktif, kreatif, dan inovatif, sejalan dengan semangat sekolah BERDIKARI (Bersih, Disiplin, dan Berkarya Inovatif) serta moto “Membangun Karakter, Mengukir Prestasi.”
Admin_SMPN 2 Maleber




