Maleber, 27 Juli 2026 – Murid-murid SMP Negeri 2 Maleber turut berpartisipasi dalam Gerakan Shalat Subuh Berjamaah 54.000 Anak Muslim se-Kabupaten Kuningan yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan pada Ahad, 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di masjid-masjid yang berada di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan.

Keikutsertaan murid SMP Negeri 2 Maleber menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan yang bertujuan menanamkan kebiasaan beribadah, memperkuat karakter religius, serta meningkatkan kedekatan generasi muda dengan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak dan pendidikan umat.

Sejak sebelum waktu Subuh, para murid bersama orang tua dan masyarakat telah hadir di masjid-masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan terlihat di berbagai masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.

Kepala SMP Negeri 2 Maleber, Arief Muhammad Firmansyah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme para murid yang telah mengikuti gerakan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

“Kami mengapresiasi semangat para murid yang telah berpartisipasi dalam Gerakan Shalat Subuh Berjamaah ini. Semoga kebiasaan baik yang dibangun melalui kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang terus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Gerakan Shalat Subuh Berjamaah 54.000 Anak Muslim merupakan salah satu program Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan untuk menggerakkan generasi muda agar lebih mencintai masjid sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, SMP Negeri 2 Maleber berharap dapat terus mendukung program-program pembinaan karakter yang melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Hal ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam mewujudkan peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia.