KUNINGAN — Bukan sekadar mendirikan tenda dan bermalam di alam terbuka. Perkemahan Akbar Pramuka Penggalang Gudep 30047-30048 Pangkalan SMPN 2 Maleber menjadi ajang menempa mental, mengasah keterampilan, sekaligus membangun karakter dan kekompakan para peserta didik.

Selama tiga hari, 16–18 September 2026, Lapangan Desa Garahaji, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, berubah menjadi arena penuh semangat kepramukaan. Tawa, yel-yel, kreativitas, ketangkasan, hingga semangat kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan Perkemahan Akbar tersebut dibuka secara simbolis oleh Ka Mabigus, Arief Muhammad Firmansyah, M.Pd., dan diikuti oleh Pramuka Penggalang Gudep 30047-30048.

Beragam kegiatan dikemas untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai pendidikan. Peserta mengikuti lomba yel-yel, tes pengetahuan kepramukaan, pioneering, keterampilan baris-berbaris, karnaval, dance semaphore, jelajah alam, kegiatan keagamaan, senam, hingga nonton bareng film edukatif.

Bukan Sekadar Berkemah

Ka Mabigus, Arief Muhammad Firmansyah, M.Pd., mengatakan kegiatan perkemahan merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk belajar mandiri, bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

“Perkemahan ini bukan sekadar kegiatan bermalam di alam terbuka. Di sini anak-anak belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, sekaligus belajar menghargai alam dan sesama,” ujar Arief.

Menurutnya, kegiatan kepramukaan memiliki ruang yang sangat luas untuk membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman nyata.

“Kami ingin anak-anak membawa pulang bukan hanya pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga nilai-nilai positif yang bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat pantang menyerah, gotong royong, disiplin, kreativitas, dan keberanian harus terus tumbuh dalam diri mereka,” tambahnya.

Kreativitas dan Kekompakan Menggema

Semangat peserta semakin terasa ketika berbagai perlombaan digelar. Yel-yel antarregu menggema di kawasan perkemahan, sementara lomba pioneering menguji keterampilan dan kekompakan peserta dalam menerapkan pengetahuan kepramukaan.

Keterampilan baris-berbaris menjadi salah satu kegiatan yang menguji kedisiplinan dan kekompakan regu. Sementara itu, dance semaphore memberikan warna berbeda dengan memadukan unsur keterampilan kepramukaan dan kreativitas seni.

Karnaval dan jelajah alam juga menjadi bagian yang dinantikan peserta. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lingkungan sekaligus membangun keberanian, kerja sama, dan kemampuan memecahkan tantangan bersama.

Nuansa edukatif dan spiritual turut hadir melalui nonton bareng film edukatif serta kegiatan keagamaan. Dengan demikian, rangkaian perkemahan tidak hanya menekankan aspek fisik dan keterampilan, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai moral.

Api Unggun Jadi Puncak Kebersamaan

Malam hari menjadi salah satu momen paling berkesan dalam Perkemahan Akbar tersebut. Nyala Api Unggun menerangi kawasan perkemahan dan menjadi simbol semangat serta persaudaraan para Pramuka Penggalang SMPN 2 Maleber.

Dalam acara tersebut, Ka Mabigus Arief Muhammad Firmansyah, M.Pd., bertindak sebagai Pembina Acara Api Unggun.

Api unggun kemudian dilanjutkan dengan Pentas Seni yang menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan kreativitas, bakat, dan keberanian tampil di hadapan teman-teman serta pembina.

Keceriaan dan antusiasme peserta menjadi penutup yang mengesankan dari rangkaian malam kebersamaan tersebut.

Apresiasi untuk Pemerintah dan Warga Garahaji

Kesuksesan pelaksanaan Perkemahan Akbar Pramuka tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya unsur pemerintahan dan masyarakat di Kecamatan Maleber.

Pihak SMPN 2 Maleber menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan Maleber yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada jajaran Pemerintah Desa Garahaji, Karang Taruna Desa Garahaji, serta seluruh warga masyarakat Desa Garahaji yang telah memberikan dukungan, membantu kelancaran kegiatan, dan menerima kehadiran keluarga besar SMPN 2 Maleber selama pelaksanaan perkemahan.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kecamatan Maleber, khususnya Pemerintah Desa Garahaji, Karang Taruna, dan seluruh warga masyarakat yang telah memberikan dukungan dan membantu kami sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Keramahan dan kebersamaan masyarakat Garahaji menjadi bagian penting dari suksesnya kegiatan ini,” ungkap Arief.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi peserta didik.

Ditutup dengan Semangat Baru

Setelah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, Perkemahan Akbar Pramuka Penggalang Gudep 30047-30048 Pangkalan SMPN 2 Maleber resmi ditutup oleh Pembina Pramuka SMPN 2 Maleber, Rina Candrawulan, S.Pd.

Penutupan menjadi momentum untuk merefleksikan seluruh pengalaman yang telah diperoleh peserta selama tiga hari berada di alam terbuka.

Perkemahan boleh berakhir. Tenda boleh dibongkar. Lapangan kembali seperti semula. Namun, semangat yang dibangun selama tiga hari diharapkan tetap menyala dalam diri setiap peserta.

Sebab, sejatinya, Pramuka bukan hanya tentang berkemah, tetapi tentang belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, tangguh, bertanggung jawab, kreatif, dan mampu bekerja sama.

Dari Garahaji, semangat Pramuka SMPN 2 Maleber kembali dikobarkan—bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk menjadi bekal menghadapi masa depan.